Thursday, December 18, 2014

Jam 6 Pagi

Jam 6 pagi...
Apa daya cuma bisa nelpon yang terhubung melalui telepon genggam. Berharap suara ringtonennya bisa membuatmu bangun dari tidur.
Sangat tidak jarang belasan hingga duapuluhan kali ku telpon, belum di reject; tanda kamu masih terlelap.
Gak tega sih, bangunin orang. Apalagi kalo kamu baru tidur jam 4 pagi, insomnya kamu yang parah mungkin efek nikotin hufff.
Sebenarnya ingin memberikan jam weker, mungkin akan lebih mudah membuatmu membuka mata. Tapi nanti aku merasa tak berguna, tak biasa jika jam 6 pagi tidak nelpon kamu.
Gak sabar sejujurnya mimpiku untuk membangunkanmu secara langsung dengan mengusap-ngusap rambut, mengecup-ngecup wajah, atau mengelus-ngelus lenganmu dengan suara lembut bisa segera terwujud. Kemudian menyiapkan air panas untuk kamu mandi agar pergi ke kantor dalam keadaan segar.
Menyediakan sarapan, menyetrika seragammu, menyimpan sepatu dan kaus kaki yang bersih di teras rumah...................
blep blep blep *lost signal*

1 comment: