Thursday, December 18, 2014

Jam 6 Pagi

Jam 6 pagi...
Apa daya cuma bisa nelpon yang terhubung melalui telepon genggam. Berharap suara ringtonennya bisa membuatmu bangun dari tidur.
Sangat tidak jarang belasan hingga duapuluhan kali ku telpon, belum di reject; tanda kamu masih terlelap.
Gak tega sih, bangunin orang. Apalagi kalo kamu baru tidur jam 4 pagi, insomnya kamu yang parah mungkin efek nikotin hufff.
Sebenarnya ingin memberikan jam weker, mungkin akan lebih mudah membuatmu membuka mata. Tapi nanti aku merasa tak berguna, tak biasa jika jam 6 pagi tidak nelpon kamu.
Gak sabar sejujurnya mimpiku untuk membangunkanmu secara langsung dengan mengusap-ngusap rambut, mengecup-ngecup wajah, atau mengelus-ngelus lenganmu dengan suara lembut bisa segera terwujud. Kemudian menyiapkan air panas untuk kamu mandi agar pergi ke kantor dalam keadaan segar.
Menyediakan sarapan, menyetrika seragammu, menyimpan sepatu dan kaus kaki yang bersih di teras rumah...................
blep blep blep *lost signal*

Tuesday, October 7, 2014

Yuk, Berhijab!

Sedikit bercerita…

Kata orang dan sadar sendiri transformasi ke-agamis-an ku dari 3 bulan kebelakang bener-bener kerasa banget perubahannya. Takjub sama diri sendiri juga. Saat ini memang aku ngerasa lebih ingin mendekatkan diri sama Yang Maha Pencipta. Lagi banyak keinginan dan do’a yang pengen bisa dikabulkan oleh sang khalik ku rasa, tapi terlepas dari ‘ada maunya’ tersebut mungkin ini merupakan “hidayah” dari jilbab yang kini aku kenakan setiap saat keluar rumah, ataupun bertemu dengan orang yang bukan muhrim.

Yep, sebenarnya sejak lama sebagai umat muslimah yang tunduk pada aturan agama keinginanku buat berjilbab direalisasikan, terlebih dari keluarga mama yang hampir semua anak perempuan berjilbab, apalagi ketika aku melanjutkan kuliah di S2... di kelas hanya aku perempuan yang belum menutup aurat dengan sempurna. Sampai akhirnya seorang teman menyuruh membaca dengan meminjamkan buku tentang tuntunan perempuan berjilbab. Awalnya aku merasa tersinggung seperti “siapa dia? Kenapa ikut campur dengan urusan penampilanku?” Tidak, sesungguhnya bukan aku tersinggung. Tapi malah aku takut, dengan membaca buku tersebut aku akan “taubat” sementara hatiku belum sepenuhnya ingin menuruti kewajiban yang sebenarnya telah Allah perintahkan sejak aku mengalami masa akil baligh. Aku tahu sebelumnya, jika aku membaca buku itu, endingnya aku pasti akan “bertransformasi”. Dengan berat hati aku terima pinjaman buku tersebut. Lama aku diamkan buku itu di rak buku. Ketika temanku bertanya seminggu, 2minggu, 3minggu setelah hari itu “Sudah dibaca belum bukunya?” aku hanya jawab “Sudah, tapi baru 1 Bab” padahal faktanya buku tersebut belum aku baca 1 alineapun…

Aku bukan seorang kantoran, aku belum mempunyai penghasilan, setiap harinya hanya menemani mama mengobrol yang ntah seperti tidak akan pernah habis tema untuk dibahas. Kadang aku berpikir, ketika aku menjadi pengangguran begini mungkin Allah masih mengizinkan aku untuk lebih dekat bersama mama sebelum suatu saat nanti akan ada waktu aku berpisah dengan mama; ntah karena kerjaan ataupun karena aku tinggal bersama suami hihi aamiin. Akibat banyak waktu luang, akupun merasa bosan sampai pada titik aku sesekali melirik buku berwarna pink di rak buku dengan judul “Yuk, Berhijab” karangan Felix Siauw itu. Yasudah, aku akan coba membacanya, mungkin sudah waktunya, membulatkan tekad. 3 hari secara perlahan dan santai aku terus memaknai setiap kata-kata yang ada pada buku tersebut. Amazed, semua pertanyaan dan alasan keraguanku mengenai jilbab terjawab di buku itu. Memang, alasan aku belum memakai jilbab yang utama adalah……… aku takut tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang ‘kece’. Tubuhku pendek, jelas akan memperburuk keadaan bila aku berjilbab, aku akan ditaruh di kantor sebagai posisi terbelakang, pikirku selama ini. Belum lagi aku pandai berkhayal, aku ingin menjadi princess dalam sehari ketika aku menikah nanti saat resepsi; rambutku harus menjuntai indah dihiasi oleh hiasan-hiasan rambut lucu-lucu. Jika memakai jilbab, bagaimana bisa ketika resepsi pernikahan nanti rambut indahku dilihat orang yang bagai princess Rapunzel atau princess Elsa? K Itulah 2 alasan kuat untuk tidak berhijab.

Halaman demi halaman ku baca buku itu, keraguanku mengenai mendapatkan pekerjaan yang kece dijawab dengan lantang oleh si pengarang yang juga seorang ustadz ternama
“MEMANGNYA YANG MEMBERI REJEKI ITU BOSS KAMU? APAKAH KAMU TIDAK TAHU, YANG MENGATUR REJEKI ITU ALLAH SWT!!”
kalimat itu terus-terus ku baca sampai akhirnya aku sadar, selama ini jika bukan dari pertolongan Allah, aku mendapatkan uang darimana untuk hidup? Hey, ingat aku belum mendapatkan penghasilan sendiri! Dan magicnya lagi, ntah suatu kebetulan atau apa, aku nonton tayangan mengenai pernikahan islam disalah satu stasiun televisi. Dan ditayangan itu menampilkan perempuan-perempuan berjilbab ketika akad dan resepsi pernikahan. Dan Ya Allaaaah chantiknyaaaaaaah~~~ ternyata berjilbab gak menutup aura kecantikan saat menjadi pengantin! Tetap seperti princess! :’)

Sudah, tekadku bulat untuk mulai berjilbab, keraguanku selama ini Allah telah menjawabnya secara perlahan, dan… indah… Saat itu bulan puasa. Aku kukuhkan berjilbab mulai saat lebaran. Kemudian musibah menghampiriku, pertengahan bulan puasa aku dihadiahi penyakit cacar sama Allah, helloooo kenapa baru kena cacar kala umurku sudah tua begini???? (sediiiiiiihhhhh) untungnya pacarku menghibur katanya, “kamu dikasih cacar sama Allah biar kamu dibersihin dulu dari dosa-dosa, kan kamu sudah punya niat baik, makanya dikasih penyakit yang berat dulu” uuuuuwuwuwuwu, dia ngomong gitu emang ada benernya juga sih. Cacar mengidap keseluruh tubuh dan wajahku, berbekas, dan tidak indah sama sekali. Ya Allah, terimakasih, berkatnya aku sadar aku harus benar-benar yakin untuk berjilbab, menutup aurat (sekalian) juga menutup ketidakindahan ku.

… lebaran datang, semua bergembira, umat islam merayakan kemenangannya. Aku? Akupun merayakannya dengan mulai memakai jilbab.
Sekian ceritaku, apa certamu? (loh)

Yaaa, jadi intinya gitu. Menurutku berjilbab itu bukan perkara siap atau tidak siap, yakin atau tidak yakin. Memang istiqamah itu datangnya dari keyakinan, dan keyakinan itu perlu pembuktian… Kalo sudah ada niat, pasti akan ditunjukkan secara perlahan oleh Sang Maha Kuasa. Apa yang membatmu ragu, carilah jawaban atas keraguanmu itu. Meskipun niatku berjilbab tadinya di nanti-nanti sampai menikah, tapi ternyata Allah menyuruhku berjilbab lebih cepat. Siapa tahu mengenai umur manusia, taunya sebelum menikah umurku diambil sama Allah? Efeknya, aku lebih mendekatkan diri kepada Allah:
  • Yang biasanya acuh jika meninggalkan solat, kini merasa amat sangat berdosa jika menyepelekan solat 5 waktu. Dan lagi, solat malam yang dulunya tidak pernah ku kerjakan, kini aku sadar, mengobrol dengan Allah enaknya malam-malam, ketika seekor ayam berkokok disepertiga malam.
  • Yang 3 bulan SEBELUM BERJILBAB aku emoh-emohan disuruh nonton tayangan mengenai hijabers oleh mama, kini ku paling menantikan acara hijabers di televisi.
  • Beberapa hari lalu bahkan sempat ngobrol sama temen, dengan reflex dan gak kerasa kalimat-kalimat Thoyibah sering muncul dalam ucapan yang aku sampaikan, sampai teman bilang “Beneran yah Ebong, semenjak berjilbab ucapannya Subhanallah Alhamdulillah mulu ciyeee…” (--- kemudian aku heran dan “masa iya sih? --- lalu senyum tipis”).

Dan lain-lain, dan lain-lain. Aku ingat tulisan di buku itu,
“Perempuan berjilbab belum tentu baik, tetapi perempuan yang baik pasti auratnya ditutupkan”
Jadi jangan pernah menjudge bahwa perempuan berjilbab dirinya wajib shaleh, berkelakuan baik, dst. Kami hanya manusia biasa yang tak luput dari khilaf. Lagipula aku belum menjadi perempuan yang memang benar-benar sempurna dalam menutup aurat, belum syar’i istilahnya. Model berjilbabku masih ngawur sesuai dengan keinginanku ketika dipakai. Tapiiii, Subhanallah sekali apalagi ketika awal-awal aku pergi keluar rumah dengan memakai jilbab, sering sekali ibu-ibu sengaja datang menghampiriku sekedar untuk bertanya “Bagaimana cara memakai jilbab seperti itu, dek? Itu jilbabnya bahan apa, dek?” dan karena aku sadar bahwa aku belum memakai jilbab secara syar’i, aku hanya menjawab sekedarnya karena aku tidak mau menjadi contoh cara berjilbab yang bukan telak aturan Islam. Aku berjilbab untuk diriku sendiri, bukan untuk dicontoh perempuan lain :’)

my new look with hijab
  
Ayo temanku yang ukhti-ukhti, segera berjilbab yaaah! Berjilbab sama sekali tidak menutup kecantikanmu, malah semenjak berjilbab aku merasa orang-orang sering berkomentar positif dengan pujian, Alhamdulillah gak nyangka. Seperti pacarku yang berkomentar ketika tahu aku mulai berjilbab… 


Sweet yah ©

Thursday, January 23, 2014

GEEMAMA

Iya, ini yang terbaik dari yang terbaik. Baru kenal mereka sekitar 4 taun yang lalu. Di kampus yang ngasih kami gelar sarjana, di kelas F semester 1-3 (kalo ga salah, maap memory gue cuma beberapa mega byte) terus akhirnya pisah-pisah milih prodi yang sesuai interest masing-masing; Public Relations, Jurnalistik, Manajemen Komunikasi.
Gak pisah beneran siiih, karena sering juga beberapa mata kuliah kami barengan sekelas, dan pada saat itu salah satu kesempatan buat bareng, selain celebrate-ing kalo ada yang ulang tahun ataupun maen-maen ke kostan yang punya kostan.
Hmmm nulis apa ya, bingung sih sebenernya. Tapi pengen ngomongin mereka. Dan gak tau mulainya dari mana. Gak mungkin kan gue bahas satu-satu karakter mereka masing-masing, kayak Mami Tegy yang emang bener-bener mami-mami banget makanya dipanggil mami, doi the one and only anggota geng yang paling bersinar outfitnya. Kenapa bersinar? Secaraaa sepatu, tas, baju dll yang mami pake emang blink-blink ala
Syahrini banget. Mami nih paling senior. Paling melanglangbuana pergaulannya di dunia anak muda. Dan mami paling nduuut! Peyutnya emoy emoy, tapi booook kulit mami udah paling juara putih mulusnyaaa ndak ada noda secuilpun. Mandi Rinso tiap hari mi? Mami ini udah paling bener dijodohinnya sama om-om manajer buahahaha brondong-brondong atau seumuran mah kagak lepelll *pake p* oya 1 ke-khas-an dari mami, SERING TYPO!!!! Muahahaha mami lucuuuk, bahan bully-an kami banget lah kalo udah typo. Gue sama Anna sering mergokin ke-typo-an mami, hahaha iya Anna, gadis berhijab penyuka kupu-kupu. 

Temen gue satu ini merupakan cewek tergalau sepanjang tahun. Love storynya yang berlika-liku dan gak abis-abis bikin kuping semua anggota geng panas. Gimana nggak, Anna ini senengnya sama bad boy muluk, giliran ada cowok yang sepenuh hati dan jiwa raga mencintainya malah dilepasin hihihi. Tapi gapapa sih, selagi muda emang waktunya milih-milih sebelum akhirnya dibawa ke pelaminan kiwkiiiiw. Anna ini anak rantauan kota Karawang. Doi jago banget ngomong dengan kelembutan, sampe kalo doi nyanyi kita-kita berasa di ninak-bobo-in sama si Anong (panggilan sayang Anna). lagian si miss galau ini lagu-lagu favoritnya juga yang selow melow. Makanya dari sekarang gue udah carter si Anong buat jadi wedding singer gue nanti hihihi. Etapi jangan salah, gitu-gitu juga doi pernah menjabat sebagai ketua PPMB Fikom Unisba, 2 taun lalu kalo ga salah. Semacam ketua kegiatan ospek di kampus gitu. Woooh so proud! Karena Anna ini idaman para cowok bad boy juga, yang jadi salah adalah ketika doi udah kena gombalan cowok, eh endingnya tersakiti huhuhu *pukpuk Anong* kalo kata gue, Anna cocok dijadiin calon istri, bukan pacar-pacaran! Haha eh trus prestasi yang bikin bangga lagi yakni Anong terpilih jadi mojang Karawang 2013 horeee! Sooo proud! Beberapa bulan setelah penobatan, Manda juga menyusul ikut moka-moka-an meski ga juara 1 kayak Anna, Manda jadi mojang mimitran (persahabatan) Kota Bandung horeee! Seneng yaa punya temen yang berprestasi :') Selain jadi mojang mimitran, Manda ini atlit softball handal kami! Doi sering banget bikin kami sirik ketika lagi turnamen ke luar negeri. Sampe ke Eropa booook Eropa!!! Iya, Manda sering jali-jali ke luar negeri buat tanding softballnya, makanya belajar dari dia, ntar gue kepengin anak gue jadi atlit juga aaah ('',)9 Manda paling tau barang-barang branded masa kini, meskipun gak tau dia punya apa kagak =,= yang jelas kalo nyari tau barang, makanan, alat make up ternama tanya aja ke Manda!

Manda ini kayak gue, orangnya cerah ceria dan kadang gak tau malu, energik juga. Dulu pernah gue sekelompok sama Manda jadi MC di kelas, dan goooosh udah paling hebring dan berisik banget kita PECAH seisi kelas. Haha ngomong-ngomong soal kelas, Aspril adalah mahasiswi paling teladan diantara anggota geng lain (apa hubungannya?) doi paling rajin ngerjain tugas waktu semasa kuliah dan suka banget sama Doraemon, meskipun Aspril satu-satunya yang ngambil jurusan Mankom dari geng kami, itu tidak menyurutkan hatinya, bahkan dia dapet BEASISWA!!! That's cool sist! Aspril juga cewek berhijab yang paling bisaaaaaa banget mengkreasikan segala macam bentuk hijab, sampe sempet bikin tutorialnya di YouTube kalo ga salah haha. Diantara anggota geng, Aspril ini cewek paling setrong! Yap setrong! Bukan terong *apeeeu. Ya gimana nggak,rumah doi di Cimahi, kalo ke kota naik motor sendiri doooong. Wuuu gue mana berani, eh mana bisaaa :( oya Aspril tuh paling gak suka di make up, dia cantik alami uuuu, beda sama Ella yang jago make up-in orang, make up-in gueee aaaaak udah ngerasa jadi cewek cantik sejagad raya aja kalo udah di make-up-in sama Ella. Ella si cewek Korea, si gadis pembenci hujan
karena takut keujanan. Emang sih boook, udah paling bete nih kita-kita sebagai cewek uchul kalo udah poni…rambut… basah -,- oh nooo pufff. Ella ini… hmmm… idaman para pria! Iyah, kalo gue dilahirkan sebagai pria juga gue bakal naksir Ella, ya gimana nggak, Ella nih multitalented. Selain punya tampang rupawan, doi jago gambar uuuu gambarannya lucu-lucu keren-keren, kreatif! Ella punya jari-jari yang cantik yang cocok banget kalo dijadiin model iklan cincin tunangan :| trus jago edit-edit gambar, ceweknya smart dan gak suka ambil pusing, apalagi kalo urusan cinta, fashionable, apapun yang dipake doi pasti keliatan bagus ya secara kulitnya putih bersih, badannya tinggi menjuntai, ya gitu deh gausah kebanyakan muji, ntar gue kelelep :| oya trus Ella jago bahasa Inggris, gue kalo minta translate kalo ga ke Ella, ya ke Gita. Dua orang itu bagai kamus berjalan punya gue. Tentang Gita… hmmm… apalagi kalo bukan si penyandang miss JOMBLO BERTAHUN-TAHUN!!!!!!! Muahahahahaha *ketawa enak ngalelewe* Git, kapan terakhir pacaran Git? ~~~~ \o/ kabooor. Iya ciyan yah doi, tapi tau-tau ntar dia yang merit duluan geura diantara kita-kita hahaha. Gita ini sebenernya model sexy namun terlapisi oleh hijab. Kakinya yang kecil panjang segede pensil cucok buat berlenggak lenggok di atas catwalk. Gita galak, jutek, nenek sihir, kalo ngutekin blepotan, kalo kita-kita
pake baju minim dimarahin, moody, kalo lagi ngumpul pikirannya ga fokus, tiap bales BBM singkaaaaat banget, karaoke suaranya melengking ngerusak telinga, hiiiiih!!!!!!!! Pantesan jomblo! Eeeeeeeh ~~ \o/ hahaha berasa gak ada bagus-bagusnya gitu yak? Tapi ngga bro, tenang aja. Dibalik kejelekannya, Gita ini paling care bro, huhuhu *peluk Gita* Gita yang selalu nanyain kabar keluarga, sayang sama temen-temennya termasuk gue, maksudnya sayang tuh ketika kami gak bisa, dia paling maklum kenapa kami gak bisa *ngomong apa sih ini, gak ngerti gue juga, yaudalah pokoknya gitu aja* jago ngedisain gambar juga, gue suka minta editin/buatin gambar unyuk ke Gita hihi. Smart iya. Berhijab gak nutupin gayanya buat selalu tampil stylish, ciyeeeh. Puji!!!!! Aaaak Puji!!!!

Puji resign dari Unisba dan pindah ke Unpad. Anaknya indie abis, bukan cewek, cuma cewek jadi-jadian, bodorrrr banget anaknya kaya si Sule :| ya pokoknya bikin orang disekitarnya suka ketawa deh. Gak suka pake rok, tapi sekalinya pake cantiiiik banget. Dulu sempet takut kalo dia doyan cewek, tapi untungnya Puji selalu punya pacar, gak kayak Gita ~~ \o/


Yaampyunnn, kok ini malah panjang lebar gini ceritanya :(
Iya, tapi mereka emang terbaik. Temen yang baru gue kenal, yang bahkan lebih ngerti dari temen lama.
Nama geng ini dulu BRINKA, tapi baru-baru ini berubah jadi GEEMAMA.
Selain mereka, temen kampus yang deket dan baiiiik sama gue juga banyak; kayak Indahe, Dilla, Pide, dll. Baik-baik, cantik-cantik, pinter-pinter, ga perhitungan, selalu bantuin gue dalam hal apapun, ikhlas. Coba liat, dari bahasan sebelumnya, gue paling gak punya bakat dan keahlian apa-apa, makanya gue heran kok mereka mau yak temenan sama gue? Apa karena terpaksa? :( gue gak punya materi, gak fashionable, gak strong, tapi gue cuma punya hati dan cinta. Ceileh. Iyah, jangan blacklist gue dari daftar temen terbaik kalian yah, keep contact meskipun sekarang udah pisah-pisah. Tetep rayain ultah tiap tahunnya. Karena merayakan ultah itu menyenangkan! Dan satu-satunya cara kita buat kumpul itu ya ngerayain ulang tahun. Hihi
Gue sayang kalian. Jijik ya. Tapi asli kok, gue gak ada gengsi sama sekali sama kalian. Mwa!
Oya, semua tulisan disini baik-buruknya dimohon maapkeun yaaah, dan sori-sori gak bisa diedit bweeeek! Maap maap juga rada alay :p


Thursday, January 16, 2014

"KAPAN MERIT???"

Begitu menggebu sekali ketika ngobrol sama mama, sepupu, temen-temen; dan sekarang-sekarang suka seneng aja gitu kalo baca artikel, twit orang, atau foto-foto tentang hal yang berbau pernikahan.
Selebritis yang nikah muda, dateng ke undangan anak temen mama yang nikah muda, jadi pager ayu untuk pasangan yang nikah muda, dateng ke acara nikahan temen sebaya, liat sepupu yang umurnya dibawah gue udah mau nikah muda… rasanya… KABITA!!!
Hahaha. Apalagi beberapa waktu ini mama udah ngomonginnya yang begitu-begitu mulu; nikah, resepsi, cucu, yaa meskipun mama gue mah sebenernya woles-woles aja sih, yang penting gue-(hari ini)-happy, pasti-beliau-juga-happy. Aaaaaak pusing yah jadi anak cewek yang umurnya >22 tahun. Ya, berasa tuntutan aja gitu sekarang, kalo ga ditanya kerjaan, pasti “kapan nikah?”. Setahun dua tahun kebelakang sih, gue sempet sering baca dari selebtwit, ketika acara hari besar dan kumpul bareng keluarga, pertanyaan yang paling ngjengkelin sampe nusuk ubun-ubun adalah, ya itu tuh, “kapan nikah?”. Lagian tuh pertanyaan kolot banget siiiik, gak ada pertanyaan lain apa? gak ada basa basi lain kah? Masih mending kalo udah punya calonnya, nah kalo boro-boro punya calon, apakabar tuh otak si Mblo buat muter nangkal dan ngeles buat jawab pertanyaan yang mematikan itu?! Eeeeeh sekarang setelah lulus kuliah, akhirnya gue ngalamin keadaan dimana perasaan gue menciut merasakan emosi yang tertahankan untuk mencekik leher orang ketika orang itu nanya “kapan nikah?” gak, gak kepikiran sebelumnya gue bakal juga ngerasain bete kayak gitu. Soalnya sebelumnya juga toh gue udah punya calonnya, dan MAMA ADEK NENEK gue aja woles, trus target nikah gue umur 25 kok. Yang jadi masalah adalah…
Hahaha peace out! Tapi jujur, pertama kali gue baca TimeLine twitter cewek itu bikin gue mikir… “eh, kok  bener juga ya, eh kok ngalamin juga ya, eh kok bikin sadar ya”. Apa lagi setelah lulus kuliah S1 ternyata banyak temen-temen sebaya dan pacaran sama yang seumuran, hubungan mereka kandas dong, bro. Gatau karena apa sih masalahnya, macem-macem, pokoknya sekarang ini berasa jadi musim putus, bukan musim duren atau musim rambutan. Pait-paitnya sih, feeling gue yaa karena masalah yang gue twitpic itu. Iya, katanya sih mesti realistis aja, untuk cewek (biasanya perkotaan), susah buat pacaran sama seumuran kalo cowoknya bukan anak keturunan dari keluarga Bakrie (misal), sebagian besar cewek dikejar target, bro! yakin deh. (notabene: nikah mesti udah mapan, udah mapan sama cowok yang seumuran ya kalo bukan sama anak pejabat, yaa anak konglomerat). Tapi untung gue bukan cewek perkotaan, gue anak dusun, dari Ciparay. Eeeey.
“jaman sekarang, cowok jelek bisa dapetin cewek cantik. Cewek cantik pengennya kebutuhannya terpenuhi.” Tau kan maksud kalimat ini? Tapi disini gue ga mau malah memperkeruh masalah orang pacaran sama yang seumuran, atau nganggep semua cewek itu matre, toh kalo punya komitmen yang jelas dari awal, kenapa takut buat pacaran sama yang seumuran, dan buat cowok, udah gak jaman bro cewek gak matre. Nah disini baru kita (maksudnya: gue) baru akan mikir realistis. Iya, susah sih pacaran sama yang seumuran, susahnya di ceweknya. Kita cewek dikejar umur guys. Umur kolot dikit kalo belum merit dikira gak laku, dikira perawan tua, dan yang lebih nyata adalah masalah momongan; gak baik punya anak kalo usia cewek udah gak produktif, right? tapi yang gue tau, ada loh beberapa couple yang seumuran, yang belum mapan financial, tapi mereka berani ambil keputusan buat nikah :’) dan sampe detik ini mereka baik-baik aja, dan menghasilkan anak-anak yang lucuuu. Terus contoh lain, gue punya temen yang emak bapaknya pacaran dari SMA, which mean mereka pacaran seumuran khan? Dan sampe sekarang ortu temen gue itu beserta temen gue menjadi salah satu keluarga harmonis yang gue idolakan :’) ARTINYAAA gak selalu pacaran seumuran itu susah, INTINYAAA mesti punya komitmen dari awal, right?!

… Gue sering ngerengek-rengek sama pacar atau sama temen-temen pengen merit, tapi ga tau atas dasar apa. Mungkin atas dasar kabita tadi. Dan untungnya si pacar suka nanggepin positif, meskipun cuma iya iya aja siiih. Suatu ketika dia nembak dengan pertanyaan, “bunda nanya, kamu pengen nikah kapan?” gue….. malah….. speechless! Iya speechless. Ngomong t-e-r-l-a-l-u serius gitu bikin gue dek-dekan kalo disemprot langsung dari calon suami sendiri muahahahahahaha geliii! Tapi emang iya ._. Aaaaa ga tau aaaaa… aku hanya gadis kecil yang gak tau apa-apa pokoknya. Aku masih polosss >.< Hahahaha.

Gue sendiri udah sering ngobrol dan berangan-angan mengenai masa depan bareng pacar. Yaa emang menggelikan, tapi harus! Daripada cowok yang males ngomongin masa depan?! Ada loh cowok yang gitu. Ada banget! Nah itu salah satu bukti dari kebenaran twitpic tadi. Hmmm gue sih untuk sekarang nyantai aja, ga diburu-buru buat merit, yang penting kita merit di waktu yang pas. Cuma itu harapan gue, yaa berharap sih boleh kan. Aminin aja. Gak peduli gue dengan pertanyaan sakti yang menciutkan perasaan, gak peduli gue sama orang-orang yang udah nikah muda, gak, gue gak kabita (hmmm), gue tau ada waktu yang pas, yang indah, dan bikin gue happy, someday. Menurut gue, bagaimanapun ngambil keputusan buat merit ga gampang. Mesti dipikir mateng-mateng. Iya gue pengen nikah muda, bukan muda, nikah diumur dan diwaktu yang pas lebih tepatnya, yaa semoga ada rejekinya ketika itu tiba. Untuk sekarang-sekarang? No, gue belom siap. Sebenernya suka seneng kalo ngebayangin merit-meritan, haha penghayal emang gue, tapi ketika gue sadar, gue belom mampu buat jauh dari mama, atau bayangin gue bakal ngurus anak orang, anak mertua gue, tidur bareng sama dia, bikinin sarapan, sampe nunggu dia pulang kantor. Iya, bayanginnya emang sweet, tapi ya itu lah situasi yang nyata ketika orang lain ngucapin “selamat menempuh hidup baru!!” beres merit kita bener-bener punya kehidupan baru.
Dan… gue… masih… belum… kepikiran… untuk… itu…